OSTEOPOROSIS

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
—-Osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai oleh penurunan densitas massa tulang dan perburukan mikroarsitektur tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah.
—-Dengan meningkatnya usia harapan hidup, maka berbagai penyakit degeneratif dan metabolik, termasuk osteoporosis akan menjadi permasalahan muskuloskletal yang memerlukan perhatian khusus, terutama di negara-negara berkembang.
—-Sejak dicanangkannya Bone Joint Decade (BJD) 2000-2010 osteoporosis menjadi penting, karena selain termasuk dalam 5 besar masalah kelainan muskuloskletal yang harus ditangani, juga kasusnya semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah usia tua. Baca lebih lanjut

Molahidatidosa

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di Indonesia masalah ibu dan anak merupakan sasaran prioritas dalam pembangunan bidang kesehatan. Angka kematian ibu merupakan salah satu indikasi yang menentukan derajat kesehatan suatu bangsa, oleh sebab itu hal ini merupakan prioritas dalam upaya peningkatan status kesehatan masyarakat yang utama di Negara kita.
Upaya kesehatan reproduksi salah satunya adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu hamil dan bersalin. Adapun penyebab langsung dari kematian ibu di Indonesia adalah trias klasik yaitu perdarahan, infeksi, toksemia gravidarum.
Salah satu penyebab perdarahan saat kehamilan adalah mola hidatidosa. Mola hidatidosa merupakan penyakit wanita pada masa reproduksi (usia 15-45 tahun) dan pada multipara. Jadi dengan meningkatnya paritas kemungkinan menderita mola hidatidosa dan lebih besar. Dan mola hidatidosa adalah salah satu penyakit trofoblas yang jinak (Manuaba, 1998:424)
Mola Hidatidosa adalah salah satu penyakit trofoblas gestasional (PTG), yang meliputi berbagai penyakit yang berasal dari plasenta yakni mola hidatidosa parsial dan komplet, koriokarsinoma, mola invasif dan placental site trophoblastic tumors. Para ahli ginekologi dan onkologi sependapat untuk mempertimbangkan kondisi ini sebagai kemungkinan terjadinya keganasan, dengan mola hidatidosa berprognosis jinak, dan koriokarsinoma yang ganas, sedangkan mola hidatidosa invasif sebagai borderline keganasan. Baca lebih lanjut

Anemia

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Anemia pada kehamilan masih sering dijumpai di Indonesia. Keadaan ini memang dapat disebabkan oleh adanya anemia sebelum kehamilan karena anemia pada perempuan, termasuk perempuan muda, masih cukup tinggi. Namun, anemia juga bisa terjadi akibat kehamilan.
Kehamilan dapat menimbulkan anemia karena saat hamil terjadi peningkatan volume darah sehingga sel darah merah relatif menjadi lebih rendah. Selain itu, berkurangnya asupan makanan karena mual dan muntah serta risiko perdarahan pada waktu persalinan juga akan meningkatkan risiko anemia. Baca lebih lanjut

Senam Nifas

BAB I
PENDAHULUAN

Di luar negeri atau negara-negara barat ,telah lama dibiasakan melakukan senam nifas/ gerak badan dalam waktu nifas untuk ibu-ibu setelah melahirkan.maksud dan tujuan gerak badan/senam nifas ini terutama adalah untuk mencegah trombosis dalam nifas.
Di indonesia sebaliknya,di setiap tempat yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan ibu atau persalinan baik itu di klinik klinik bersalin,rumah bersalin,maupun rumah sakit bersalin mengajarkan dan memberikan bimbingan senam pada ibu-ibu setelah melahirkan,karena tidak jarang di negara ini,kita melihat ibu-ibu muda yang baru mempunyai anak 2 atau 3 orang dinding perutnya sudah begitu kendur dan jika hamil dan bersalin beberapa kali lagi maka perut ibu sudah tampak seperti” perut kelemping/perut buncit”.hal ini tidak saja menyebakan bentuk badan ibu jadi kurang baik,tetapi bisa pula mengakibatkan kelainan letak bayi pada kehamilan yang akan datang.
Satu-satunya cara untuk mencegah atau mengurangi kondisi tersebut adalah senantiasa melakukan senam nifas sesudah setiap kali persalinan.
Baca lebih lanjut

Gastritis

Gastritis

A. Pengertian
Gastritis adalah peradangan pada mukosa lambung yang dapat bersifat akut kronik, difus atau lokal (Soepaman, 1998).
Gastritis adalah inflamasi dari mukosa lambung (Arif Mansjoer, 1999).
Gastritis adalah radang mukosa lambung (Sjamsuhidajat, R, 1998).
Berdasarkan pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa Gastritis merupakan inflamasi mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronik, difus atau lokal. Baca lebih lanjut

Pelaksanaan dan Tempat Pelaksanaan Pemeriksaan Kehamilan

Pelaksanaan dan Tempat Pelaksanaan Pemeriksaan Kehamilan
a. Pelaksana
Pelaksana pelayanan pemeriksaan kehamilan adalah dokter, bidan (bidan puskesmas, bidan desa dan bidan praktek swasta) dan perawat yang sudah dilatih pemeriksaan kehamilan.
b. Tempat pelaksanaan pemeriksaan kehamilan
1) Posyandu
2) Polindes
3) Puskesmas
4) Puskesmas pembantu
5) Rumah sakit pemerintah / swasta
6) Dokter / bidan praktek swasta
7) Rumah bersalin (Depkes, 2001)

Kejadian AKI

Menurut survey WHO sekitar 15% dari seluruh wanita yang hamil akan berkembang menjadi komplikasi atau masalah yang bisa menjadi fatal (Pusdilihas, 2003). Faktor yang sangat mempengaruhi terjadinya kematian ibu dan bayi adalah faktor pelayanan yang sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan keterampilan tenaga kesehatan. Pendidikan dan pengetahuan rendah juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya pemeriksaan kehamilan karena faktor ini dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin (Depkes, 2008).