Senam Nifas

BAB I
PENDAHULUAN

Di luar negeri atau negara-negara barat ,telah lama dibiasakan melakukan senam nifas/ gerak badan dalam waktu nifas untuk ibu-ibu setelah melahirkan.maksud dan tujuan gerak badan/senam nifas ini terutama adalah untuk mencegah trombosis dalam nifas.
Di indonesia sebaliknya,di setiap tempat yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan ibu atau persalinan baik itu di klinik klinik bersalin,rumah bersalin,maupun rumah sakit bersalin mengajarkan dan memberikan bimbingan senam pada ibu-ibu setelah melahirkan,karena tidak jarang di negara ini,kita melihat ibu-ibu muda yang baru mempunyai anak 2 atau 3 orang dinding perutnya sudah begitu kendur dan jika hamil dan bersalin beberapa kali lagi maka perut ibu sudah tampak seperti” perut kelemping/perut buncit”.hal ini tidak saja menyebakan bentuk badan ibu jadi kurang baik,tetapi bisa pula mengakibatkan kelainan letak bayi pada kehamilan yang akan datang.
Satu-satunya cara untuk mencegah atau mengurangi kondisi tersebut adalah senantiasa melakukan senam nifas sesudah setiap kali persalinan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN
Senam nifas adalah senam yang doi lakukan sejak hari pertama melahirkan setiap hari sampai hari yang ke sepuluh, terdiri dari sederetan gerakan tubuh yang di lakukan untuk mempercepat pemulihan keadaan ibu.
Bidan/peerlu mengetahui beberapa faktor untuk menentukan kesiapan bagi seorang ibu untuk dapat memulai senam nifas,antara lain :
1. Tingkat kesegaran tubuh ibu sebelum kelahiran bayi.
2. Apakah ibui telah mengalami persalinan yang lama dan sulit atau tidak.
3. Apakah bayinya mudah di layani atau rewel dalam pemberian asuhan.
4. Penyesuaian postpartum yang sulit oleh karena sesuatu sebab.
Selain itu,bidan atau perawat perlu mencermati kondisi-kondisi yang umum pada ibu nifas sebagai akibat dari stress selama kehamilan dan kelahiran untuk menentukan apakah ibu sesuai atau tidak untuk memulai senam nifas.
Kondisi umum yang perlu di cemati tersebut antara lain :
1. Pemisahan symphisis pubis.
2. Coccyx yang patah atau cedera.
3. Punggung yang cedera : bagian atas atau bawah.
4. Sciatica.
5. Ketegangan pada ligamen kaki atau otot.
6. Trauma perineum yang parah atau nyeri luka abdomen (opersi secsio caesaria)

Senam nifas dapat di lakukan oleh semua ibu yang telah melahirkan secara spontan tanpa adanya komplikasi atau kondisi kondisi di atas.senam nifas tetap dapat dijalankan tetaoi perlu disesuaikan dengan kondisi dan komplikasi yang terjadi

2.2 TUJUAN SENAM NIFAS

Adapun tujuan dari senam nifas adalah :
1. Memperbaiki sirkulasi darah
2. Memperbaaiki fostur / sikap tubuh
3. Memperbaiki tonus otot panggul
4. Memperbaiki regangan otot abdomen
5. Memperbaiki reganan otot tungkai sehingga dapat mencegah pembuluh darah yang menonjol dan pembengkakan pada kaki
6. Meningkatkan kesadaran uantuk melakukan relaksasi otot-otot dasar panggul
7. Mengembalikan rahim pada posisi semula
8. Mencegah kesulitan BAB dan BAK
9. Mengemnbalikan kerampingan tubuh
10. Membantu kelancaran pengeluaran asi
Setelah melahirkan ibu-ibu post partum perlu istirahat yang cukup untuk mengembalikan keadaanya yang lelah setelah melahirkan.istirahat yang bermamfaat untuk mengembalikan uterus kepada posisi normal adalah posisi telungkup ( prane position ).posisi ini dapat mencegah timbulnya kekakuan pinggang dan bokong.senam kegel adalah senam nifas pertama yang paling baik dan paling aman untuk memperkuat dasar panggul,yang dapat di lakukan ibu pada hari pertama post partum jika memungkinkan.
Senam kegel ini dapat membantu penyembuhan post partum dengan jalan membuat kontraksi-kontraksi pelepasan secara bergantian pada otot-otot dasar panggul untuk :
1. Membuat jahitan-jahitan lebih merapat satu sama lain
2. Menambah sirkulasi ke jalan lahir dan setiap luka yang ada
3. Mempercepat penyembuhan
4. Meredakan hemoroid dan varikositas vulva
5. Meningkatkan pengendalian atas urine
6. Meringankan persaan bahwa “ segalanya telah berantakan”
7. Membangkitkan kembali pengendalian atas otot-otot sphinkter
8. Memperbaiki respon seksual
Adapun langkah-langkah senam kegel yang dapat di anjurkan / di jelaskan oleh bidan / perawat untuk ibu nifas adalah sebagai berikut :
1. anjurkan pada ibu untuk melakukan senam kegel ini kapan saja dan dimana saja
2. jelaskan pada ibu bahwa tidak akan ada orang yang tahu atau melihat bila ibu sedang melakukannya
3. anjurkan pada ibu kalau bisa untuk melakukan sampai seratus kali dalam sehari
4. jelaskan pada ibu untuk mengontraksikan otot-otot panggul, ibu dianjurkan untuk :
• Membayangkan bahwa ibu sedang buang air kecil dan kemudian tiba-tiba menahanya di tengah-tengah
• Atau membayangkan bahwa dasar panggul merupakan sebuah elevator, di mana secara perlahan ibu menganjalankannya sampai lantai 2, kemudian lantai 3 dan seterusnya, dan kemudian balik turun secara perlahan.
5. Anjurkan ibu untuk menggunakan visualisasi dan berkontraksi pada otot,angakat dan tarik masuk,tekan dan tahan, kemudian secara perlahan turunkan dan lepaskan

Berikut ini adalah salah satu latihan gerakan-gerakan senam nifas yang dapat di anjurkan buidan atau perawat pada ibu nifas tanpa adanya komplikasi.
1. Latihan penguat perut
Tahap I : pernafasan perut atau abdominal breathing
Caranya :
a. Tidur terlentang dengan lutut di tekuk
b. Tarik nafas dalam melalui hidung,usahakan rongga dada tetap dan rongga dada mengembang.
c. Keluarkan udara perlahan-lahan dengan memakai otot-otot perut
d. Tahan 3-5 detik kemudian istirahat
e. Lakukan latihan ini sebanyak 10 kali
Tahap II : kombinasi pernafasan perut dan pengerutan pevis atau dasar panggul (combined abdomonal breathing and supine pelvik tilt)
Caranya :
a. Tidur terlentang dengan lutut ditekuk
b. Sambil menarik nafas dalam, putar pinggul dengan pinggang mendatar pada tempat tidur.
c. Sambil keluarkan udar secara perlahan-lahan,tekan dengan kekuatan otot perut dan otot bokong
d. Tahan gerakan ini sekitar 3-5 detik, kemudian istirahat
e. Lakukan gerakan ini sebanyak 10 kali

Tahap III : menggapai lutut atau reach for the knees
Caranya :
a. Tidur terlentang dengan lutut di tekuk
b. Sambil menarik nafas tarik dagu keatas dada
c. Sambil mengeluarkan udara, angkat kepala dan bahu perlahan-lahan, regangkan tangan sampai menyentuh lutut.tubuh boleh diangkat setinggi 15-20 cm.
d. Perlahan –lahan kepala dan bahu di turunkan ke posisi semula.
e. Lakukan latihan ini sebanyak 10 kali.

2. Latiahan penguat pinggang
Tahap I : memutar kedua lutut /doudle knee roll
Caranya :
a. Tidur terlentang dengan lutut di tekuk
b. Pertahankan bahu datar,telapak kaki tetap dan secara perlahan-lahan putar kedua lutut kesamping sehingga menyentuh sisi kanan tempat tidur
c. Pertahan kan gerakan halus , putar kedua lutut sehingga menyentuh sisi kiri tempat tidur
d. Kembali ke posisi semula dan istirahat
e. Lakukan latihan ini 10 kali
Tahap II : memutar 1 lutut atau single knee roll
Caranya :
a. Tidur terlentang dengan lutut kiri di tekuk dan tungkai kanan tetap lurus
b. Pertahan kan bahu tetap datar, secara perlahan-lahan putar lutut kiri sampai menyentuh sisi kanan dari tempat tidur dan kembali seperti semula
c. Ganti posisi kaki,sentuh sisi kiri tempat tidur menggunakan lutut sebelah kanan, kemudian kembali ke posisi semula
d. Istirahat
e. Lakukan latihan ini sebanyak 10 kali
Tahap III : memytar tungkai atau leg roll
Caranya :
a. Tidur terlentang dengan kedua tungkai lurus
b. Pertahankan bahu tetap datar , secara perlahan –lahan, tungkai kiri diangkat dalam keadaan lurus dan putar sampai menyentuh sisi kanan tempat tidur,kemudian kembali ke posisi semula
c. Ulangi gerakan kedua dengan menggunakan kaki kanan sehingga menyentuh sisi kiri tempat tidur
d. Istirahat
e. Lakukan latihan ini 10 kali

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Umum para ibu pasca melahirkan takut melakukan banyak gerakan.Sang ibu biasa khawatir gerakan-gerakan yg dilakukan akan menimbulkan dampak yg tdk diinginkan. Padahal apabila ibu bersalin melakukan ambulasi dini itu bisa memperlancar terjadi prosesinvolusiuteri.
Salah satu aktivitas yg dianjurkan utk dilakukan para ibu setelah persalinan adl senam nifas. Senam ini dilakukan sejak hari pertama setelah melahirkan hingga hari kesepuluh. dlm pelaksanan harus dilakukan secara bertahap sistematis dan kontinyu.

DAFTAR PUSTAKA

Anik maryunani ( 1998).artikel masa nifas.jakarta:majalah ayahbunda.
Anik maryunani (2008).asuhan kebidanan nifas (III).jakarta
Suherni S.pd,APP,M.kes.dkk (2009).perawatan masa nifas.Fitramaya.Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: