Fase Menstruasi

Fase Menstruasi
Fase menstruasi adalah siklus alami tubuh wanita untuk reproduksi. Satu siklus menstuasi dihitung dari hari pertama menstruasi sampai tepat satu hari sebelum menstruasi sebelum mensturasi berikutnya.
Siklus menstruasi berkisar antara 21 – 40 hari dan hanya sekitar 10 – 15% wanita memiliki siklus 28 hari.

Peristiwa menstruasi
A. Fase Menstruasi
Bila sel telur tidak dibuahi maka setelah berusia tertentu korpus luteum yang merupakan penghasil hormon esterogen dan progeteron menghentikan aktivitasnya. Akibat kadar hormone tersebut di dalam darah mengalami reduksi mendadak. Peristiwa ini terjadi pada lima hari awal menstruasi.

B. Fase Praovulasi
Turunnya progesterone memungkinkan hipofisis menyekresikan FHS merangsang folikel dalam ovarium untuk memproduksi hormon esterogen. Esterogen ini akan menghambat hipofisis memproduksi LH. Di samping itu esterogen juga merangsang penebalan endometrium rahim.

Pada hari pertama menstruasi, terjadi pendarahan akibat peluruhan dinding rahim (endometrium) yang disebabkan oleh penurunan level hormone progestero. Hal ini terjadi karena ovum (sel telur) yang di lepas pada siklus sbelumnya tidak mengalami pembuahan, sehingga dinding rahim yang dimaksud untuk menangkap ovum yang terbuahi tidak diperlukan lagi. Peluruhan dinding rahim ini berlangsung selama beberapa hari atau rata-rata lima hari.
Pada saat pendarahan menstruasi ini berlangsung, hormone FHS (Follicle Stimulating Hormone) serta hormone LH (Luteinzing Hormone) mulai dilepas oleh tubuh, yang berfungsi untuk mematangkan ovum yang akan dilepas pada siklus ini.
Saat ovum matang, tubuh mengalami peningkatan hormon esterogen dan hormone FJS dan LH mengalami penurunan. Dengan hormone esterogen ini dinding rahim baru perlahan-lahan terbentuk. Seiring dengan meningkatnya esterogen, lender leher rahim yang berfungsi untuk membantu aliran sperma mulai terbentuk.
Pada saat level hormon esterogen mencapai puncaknya, ketebalan dinding rahim juga mencapai maksimum. Leher rahim berada dalam kondisi terbuka dan dalam keadaan lembut.

C. Fase Ovulasi
Setelah tahap pra-ovulasi dalam siklus menstruasi, setelah esterogen mencapai titik puncaknya dan mulai menurun, terjadi pengeluaran hormone LH dan FSH yang tinggi secara mendadak yang disebut juga sebagai LH Surge, dan hal ini menyebabkan folikel ovum untuk pecah dan mendorong ovum itu sendiri untuk keluar dari ovarium. Sel telur biasanya dilepaskan dalam waktu 16-32 jam setelah terjadi peningkatan LH maka terjadilah ovulasi. Kadang kala, rasa sakit yang tajam di sekitar perut berarti ovulasi sedang terjadi dan hal ini adalah tanda-tanda kesuburan sekunder.
Terhentinya produksi FSH oleh hipofisis akibat pengaruh tingginya kadar esterogen, memungkinkan hipofisis memproduksi hormon LH. Hormon LH merangsang pematangan ovum meninggalkan folikel. Peristiwa ini di sebut ovulasi. Folikel yang ditinggalkan telur akan mengerut dan berubah menjadi Korpus Luteum (badan berwarna kuning). Badan ini berfungsi memproduksi progesterone. Fase ini terjadi sekitar hari ke-14 dari waktu menstruasi yang berkisar 24-35 hari.
Untuk Makalah selengkapnya silahkan download disini.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: